Sunday, June 28, 2015

Mengapa lulusan mahasiswa nilai A bekerja pada lulusan mahasiswa dengan lulus nilai C ?

         Menarik sekali membaca topik yang dilontarkan oleh Robert Kiyosakhi dalam beberapa buku nya yang mengupas masalah keuangan dan cara mengelolanya. Disebutkan dalam bukunya yang terbaru “Why A student work for C student and B student work for the government” mengapa seorang mahasiswa yang lulus dengan nilai A biasanya bekerja pada mahasiswa dengan nilai biasa biasa saja yang bernilai rata rata C, dan mahasiswa dengan nilai B biasanya bekerja pada pemerintah atau sebagai pegawai negri.
          Disebtkan bahwa mahasiswa perlu melek ilmu tentang keuangan atau hal mengenai mengelola keuangan. Situasi yang terjadi saat ini adalah mahasiswa yang pandai secara akademik atau kumlaude biasanya tidak menciptakan lapangan kerja. Mereka lebih tertarik mencari kerja dengan gaji tinggi atau mapan. Pemilik kerja yang menampung mereka, biasanya luusan dengan nilai pas-pasan. Hal ini kemungkinan karena mahasiswa dengan nilai A terlalu fokus pada perkuliahan dan nilai C selama kuliah sudah mencari peluang usaha sembari kuliah.
          Mahasiswa perlu dibekali ilmu tentang mengelola uang karena dengan mengelola uang yang benar, mereka dapat lebih bermanfaat seperti membuka lapangan kerja, dan yang paling didambakan banyak orang adalah kebebasan finansial, bebas dari rasa takut kekurangan uang, dapat berkarya tidak terikat dengan orang lain, memiliki waktu yang luas sehingga dapat berkumpul dengan keluarga dengan waktu yang semaunya. Bebas secara finansial berarti dapat pergi kemanapun dan kapanpun di dunia, dengan penghasilan yang tidak perlu dipikirkan lagi karena uang mengalir tanpa perlu bekerja.
           Melek secara finansial juga berarti dapat menyadari bahwa seseorang tidak perlu bekerja untuk mencari gaji, karena semakin tinggi gaji, maka pajak yang akan dibayarkan ke pemerintah akan semakin besar. Hal ini berbeda dengan seorang pebisnis atau investor yang dapat menekan peneluaran pajak sedemikian rendahnya.
       Bagaimana dengan mahasiswa yang lulus dengan nilai tanggung atau B? Mereka biasanya mencari rasa aman dan membuat kebijaksanaan dengan bekerja di pemerintahan. Mereka membuat peraturan tentang pajak, dana pensiun, dan kesehatan, yang sebenarnya belum jelas darimana dana yang diperoleh untuk membiayai pensiun dan kesehatan. Biaya penisun dan kesehatan ternyata sangat membebani pemerintah dan biasanya diambilkan dari pajak yang dibebankan pada orang dungeon gaji tinggi.
          Dalam buku ini juga dikupas macam-macam sumber penghasilan berdasar pembagian kuadran orang bekerja. Kuadran employee (E) atau pekerja, berisi orang yang maunya hanya menjadi karyawan dengan gaji tetap dan terus menerus merasa kekurangan karena gaji jarang naik mengikuti inflasi. Golongan berikut adalah orang di kuadran self employee (S) atau orang yang bekerja pada dirinya sendiri seperti dokter, artis, dan pengacara. Penghsilannya juga tergantung dari orang lain dan aktifitasnya dalam bekerja. Penghasilannya dapat besar tetapi dia harus bekerja keras sampai meningglakan kehidupan sosial dan keluarganya. Kedua golongan tersebut dikenai pajak yang makin tinggi seiring jumlah penghasilan yang didapat. Golongan ketiga adalah kuadran pebisnis (B). Orang di kuadran bisnis memiliki usaha  yang dijalankan dengan system. Orang bisnis tidak perlu terjun langsung mengurusi bisnisnya selama system dijalankan. Kuadran ini memungkinkan seseoag mempunyai pasif income dan dikenai pajak relative lebih kecil daripada kuadran E dan S. 
        Kuadran keempat berisi orang dengan uang yang diinvestasikan dalam sebuah usaha (I). Investasi ini membuat uang yang bekerja dan menghasilkan keuntungan yang terus mengalir. Investasi dapat dilakukan dengan membeli saham perusahaan dalam jumlah besar dan menunggu deviden yang dibagi tiap tahun.
          Mahasiswa yang memahami seluk beluk keuangan ini, dapat mulai mempersiapkan diri, mau jadi E, S, yang terus bekerja demi mendapatkan penghasilan yang dikenai pajak besar, atau jadi B, I yang memungkinkan waktu hidupnya dapat bebas berkarya tanpa takut kesulitan keuangan, dan lebih memberi manfaat buat banyak orang. 


Anda dapat berada di kuadran E, S, B, dan I sekaligus

No comments: